24 November 2016

MyWapBlog Eighth Anniversary Contest 2016 : Penantian 10 September

Kenangan Bersama MyWapBlog

Tik…tik…tik…” suara jarum jam menandakan detik demi detik telah berlalu. Aku termenung sambil kupandangi jam yang tepat di hadapanku “hm, ternyata masih pukul 12.30. Lama sekali rasanya waktu ini berlalu” pikirku. Kuperhatikan lagi jarum jam yang terus berputar. Kuikuti langkahnya detik demi detik. Entah mengapa rasanya bagaikan setahun lamanya untuk menghabisakan waktu satu menit.

Hari ini adalah mata pelajaran sosiologi. Kulihat gurunya sangat serius menjelaskan di depan kelas. Tatapannya begitu dalam melihat para siswa yang serius mendengarkan. Aku kembali termenung. Kuingat-ingat lagi kejadian tadi pagi.

Pagi itu, bel tanda masuk telah berbunyi. Sementara aku masih diperjalanan sambil lari-lari berharap guru belum masuk ke dalam kelas. Kukencangkan tali ranselku. kupejamkan mataku. Kupercepat langkah kakiku “Masih sempat, masih sempat, masih sempat. Aku tak mau dihukum hari ini” pikirku sambil lari tak terkendali.

Tiba-tiba “buarr..” tak sengaja aku menabrak siswa lain. Aku tak tahu entah dari mana datangnya. Dia terjatuh tergeletak di tengah jalan. Dengan spontan, aku membantunya berdiri.
“Kamu gak apa-apa?” tanyaku panik.
Dengan nada tinggi dia menjawab “Hei, kalo jalan tuh lihat-lihat. Lho punya mata digunain buat apa? Sekarang lihat nih akibatnya ” sambil menodorkan hpnya kepadaku.
Kulihat hpnya rusak parah. Aku semakin panik. Aku tak tahu harus bilang apa.
”Hei, lho harus ganti hpku. Itu hp baru aku beli kemarin. Pokoknya aku gak mau tahu. Lho harus menggantinya dengan yang baru” bentaknya spontan sambil memberikan hpnya kepadaku. Lalu, dia pergi begitu saja.

Tet…tet…tet…” bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Kuraih ranselku. Dengan jalan pelan aku meninggalkan ruangan kelas. Kupikiri lagi perkataan siswa yang kutabrak tadi pagi. Kulihat lagi hpnya yang telah rusak. Kuusap-usap layarnya yang telah retak.
Ya Tuhan, bagaimana caranya aku mengganti hp ini. Sementara aku gak punya uang sepeser pun” aku bicara dalam hati.

“Plak” tiba-tiba pundakku serasa ditepuk seseorang. Spontan aku berbalik.
“Hah, ternyata kamu wan. Bikin kaget saja” kataku dengan sedikit senyum.
”Hahaha…memangya lho berharapnya siapa. Bidadari?” jawab wandi ketawa.
“Hah.. ada-ada aja lho” jawabku sambil nyengir.
“Lho mau kemana?” tanya wandi.
”Mau pulanglah. Ngapain lagi lama-lama di sini” jawabku.
”Lho gak les? Hari ini gurunya galak lho. Memangnya lho gak takut?” tanya wandi memperingatkan.
”oh ia, aku lupa. Hehehe” jawabku sambil nyengir.
”ha..hah..ha.. dasar lho. Gitu aja lupa. Gue ke kantin dulu” kata wandi sambil pergi meninggalkannku.

Ternyata hari ini ada les. Kenapa aku bisa jadi pelupa begini” kataku dalam hati. Kumasukkan lagi hp yang rusak tadi ke dalam tas. Lalu, aku langsung pergi ke kantin makan siang. Setelah kenyang makan siang, aku bergegas ke kelas. Sesampainya di depan pintu, kulihat ada seorang siswa yang duduk di sudut kelas. Riyan, itulah namanya. Dia murid yang paling pintar di kelasku dan hampir setiap hari dia selalu sendirian. Kulihat wajahnya yang serius sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
ini anak ngapain sih selalu sendirian di dalam kelas” pikirku.
Lalu, aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

”Kayaknya serius amat” kataku membuka pembicaraan.
”Ia nih. Lagi pusing berat” katanya singkat tanpa menolehku.
“Memangnya lagi mikirin apa?” tanyaku lagi.
“Lagi nyari refrensi nih buat nulis cerpen” katanya lagi sambil menyentuh-nyentuh layar hpnya.
”Cerpen? Perasaan kita gak ada tugas buat cerpen. Memangnya buat apa?” tanyaku penasaran.
“Ini memang bukan karena ada tugas, tapi ini buat kontes menulis” katanya sambil menolehku.
”Kontes menulis? Kontes menulis apaan?” tanyaku makin penasaran.
”Ia, ini ada perlombaan kontes menulis cerpen spesial ulang tahun MyWapBlog yang ke 08. Hadiahnya lumayan lho. Makanya aku ikutan. Tapi, sampai sekarang aku masih mikir buat alur ceritanya gmana” katanya mejelaskan.
“Memangnya MyWapBlog itu apa?” tanyaku lagi.
”MyWapBlog itu situs blog builder. Kita bisa membuat blog gratis disana yang sepenuhnya bisa dikelola lewat ponsel. Nah, jadi tanggal 10 september nanti adalah ulang tahun MyWapBlog. Menjelang ulang tahunnya, adminnya mengadakan kontes bagi seluruh user MyWapBlog” katanya lagi menjelaskan.
”ohh… memangnya apa saja hadiahnya?” tanyaku lagi.
”Ini hadiahnya” sambil menunjukkan ponselnya kepadaku. Terlihat disitu gambar hp android. Tiba-tiba aku teringat dengan kejadian tadi pagi. Kejadian yang membuat aku down selama hari ini.

Entah mengapa tiba-tiba semangatku jadi up lagi setelah melihat gambar hp android yang ditunjukkan oleh Riyan.
”Yan, aku boleh ikutan gak?” tanyaku pada Riyan dengan semangat.
”Tentu saja boleh. Asalakan kamu sudah membuat blog di MyWapBlog” jawab Riyan.
”Bisa ajarin aku gak buatnya” aku memohon pada Riyan.
“Kalo daftar sekarang sih gak bisa lagi ikut kontes. Tapi jangan khawatir. Ini aku ada blog yang nganggur. Kamu pakek aja buat ikutan kontes” jawab Riyan sambil menulis username dan pasword blognya di secarik kertas dan memberikannya kepadaku.
”Kamu buka mywapblog.com dan masuk menggunakan username dan pasword itu. Untuk halaman pendaftaran, lihat di halaman dasbor” tambah Riyan menerangkan.
”Bentar ya, aku makan siang dulu ke kantin. Udah lapar nih” kata Riyan dan pergi meninggalkannku.
Dengan sedikit senyum, aku melambaikan tangan pada Riyan.

Terima kasih ya Tuhan. Engkau masih memberikan jalan bagiku untuk menyelesaikan masalah ini” aku bicara dalam hati. “Aku harus memenangkan kontes ini” pikirku dengan penuh semangat.

Sepulang les, aku langsung menyalakan hpku. Kubuka situs mywapblog.com dan masuk menggunakan username dan pasword yang diberikan Riyan tadi. Di halaman dasbor terdapat sebuah link “Halaman Pendaftaran Kontes Menulis Cerita Pendek” dan tanpa basa-basi aku langsung menuju ke halaman tersebut. Dengan teliti aku membaca semua informasi yang ada di halaman itu. Lalu, aku melihat sebuah link “Halaman Peraturan Kontes Menulis”. Kuklik link itu dan aku terlempar di halaman peraturan kontes menulis. Kubaca semua syarat dan peraturannya dengan penuh semangat.
”hm, peraturannya tidak begitu sulit. Aku bisa mengatasinya” aku bicara sendiri.

Dengan bermodalkan hp java, aku mulai menulis cerpen. Kata demi kata, kalimat demi kalimat aku rangkai hingga akhirnya cerpenku telah selesai. Dengan penuh semangat, Kupublish cerpenku dan kudaftarkan diriku di halaman pendaftaran. Lalu, kulengkapi semua syarat dan peraturannya.

Sekarang aku hanya bisa menunggu. Menunggu cerpenku dinilai oleh panitia. Menunggu hasil pengumuman. Aku hanya bisa berharap. Berharap keberuntungan menyertaiku. Berharap cerpenku ini bisa menyelesaikan masalahaku.
10 September, aku Menunggumu
10 September, aku menantikanmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *