Materi II: Bahasa Indonesia

Materi II: Bahasa Indonesia - Pertemuan kedua kemarin mata kuliah bahasa indonesia, saya agak bingung soalnya materi yang dibahas gak menentu, kadang topiknya lari kesini lari kesitu, jadi begini deh jadinya. Saya gak tahu judul apa yang tepat jika materinya gado - gado begini, hehehe. Ok, langsung saja saya ulas sedikit materi yang kami pelajari kemarin.

Materi Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Imbuhan

Imbuhan adalah bunyi – bunyi yang ditambahkan kepada kata dasar untuk menguabah atau menambahkan makna pada kata dasarnya. Imbuhan – imbuhan tersebut bisa diletakkan di awal (prefiks), di tengah/sisipan (infiks), akhir (suffikis), dan awalan-akhiran (konfiks) kata dasar. Jenis – jenis imbuhan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda – beda.

Jenis - Jenis Imbuhan:
a). Awalan
Imbuhan yang diletakkan pada awal kata dasar disebut dengan awalan (prefiks). Ada beberapa imbuhan awalan, di antaranya adalah:
- me, contoh: Sapa + meny- = menyapa
- ber, contoh: Ajar + ber- = belajar.
- di, contoh: Buang + di- = dibuang
- ter, contoh: buang + ter- = terbuang
- pe, contoh: pemalu
- ke, contoh: Dua + ke = kedua
b). Sisipan
Sisipan adalah imbuhan yang diletakkan di tengah – tengah kata dasar. Imbuhan ini diantaranya adalah –el-, -em-, dan –er. 
Contoh : Getar + er = gemetar. Tali – el = Temali.
c). Akhiran
Akhiran adalah imbuhan yang diletakkan pada bagian akhir kata dasar dan disebut juga dengan suffiks. Ada beberapa jenis imbuhan ini, antara lain:
- kan/-i, contoh: ambilkan, datangkan,
- an, contoh: kiloan, satuan
- pun, contoh: akupun, merekapun
- kah, contoh: benarkah, dimanakah
d). Awalan dan Akhiran
Imbuhan ini disebut dengan konfiks dan diletakkan pada bagian awal dan akhir kata dasar. Fungsi imbuhan konfiks di antaranya adalah:
- me-kan, contoh: membanggakan
- pe-a, contoh: pengampunan
- se-nya, contoh: sepandai - pandainya.

Fungsi Bahasa

1. Bahasa sebagai alat ekspresi diri, untuk menunjukkan maksud dan mengungkapka perasaan kepada orang lain, tentuknya kita mengguakan ucapan agar orang lain mengerti maksud kita, diluar dari itu, ekspresi diri juga memicu komunikasi selanjutnya dan bahkan perhatian orang.
2. Bahasa sebagai alat komunikasi. Yang dimaksud bahasa sebagai alat komunikasi adalah, Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, seseorang sudah memiliki tujuan tertentu. Tujuannya antara lain seseorang ingin dipahami oleh orang lain, seseorang ingin menungkapkan perasaannya terhadap orang lain, seseorang ingin mempengaruhi pandangan orang lain, dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dan Melalui bahasa, seseorang dapat menunjukkan pandangannya, asal usulnya, pendidikannya, dan sifatnya. Bahasa menjadi cermin diri seseorang.
3. Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial; Yang dimaksud dengan bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi social adalah Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Dan Bahasa sebagai alat integrasi digunakan untuk menyatukan berbagai ragam manusia yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Bahasa memungkinkan seseorang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya,
4. Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial Yang dimaksud dengan Bahasa sebagai alat kontrol sosial dapat diterapkan untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat.dan Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah contoh dari alat control sosial.

Ragam Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi menjadi : ragam formal, ragam semi formal, ragam nonformal.

1. Ragam formal, digunakan dalam situasi resmi. Ragam formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk: komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan khalayak ramai, pembicaraan dengan orang yang dihormati
2. Ragam semi formal dan non formal biasa dipakai pada situasi tidak resmi seperti diwarung, dikantin, dipasar, pada situasi santai dan akrab. Ragam semi formal dan non formal dibedakan oleh pemilihan katanya. Ragam semi formal menggunakan kalimat yang tidak lengkap gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku, sedangkan ragam non formal relatif sama dengan ragam iformal hanya pilihan katanya lebih luwes atau bebas.
Kata daerah atau kata gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturannya memahami dan tak terganggu dengan penggunaan kata tersebut.
Contoh:
1. Kalau soal itu, saya nggak tau persis (informal/semiformal)
2. Emangnya kamu nggak dikasih kupon (semiformal)
3. Kalau soal itu, ogut nggak tau deh (nonformal)
4. Emangnya situ nggak ngantor mas (nonformal)

Laras Bahasa

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya.
Contohnya, jika dalam hal penulisan karya sastra seperti puisi dan pantun, maka laras bahasa yang digunakan adalah laras puisi atau pun laras pantun. Sebaliknya, jika bahasa di gunakan dalam hal penulisan ilmiah, maka laras bahasa yang digunakan adalah laras ilmiah.

Jenis - Jenis Laras Bahasa:
1. Laras bahasa biasa
Laras bahasa biasa adalah laras bahasa yang sering ditemukan dan digunakan oleh masyarakat luas, misalnya laras bahasa yang dipakai dalam bidang hiburan, seperti laras bahasa berita, penerangan, dan lain-lain.
2. Laras bahasa khusus
Laras bahasa khusus adalah laras bahasa yang digunakan dalam pemakaian khusus yaitu, laras bahasa ilmiah yang dipakai dalam penulisan laporan ilmiah, dan lain-lain.

Kedua jenis laras bahasa ini dapat dibedakan dengan cara melihat beberapa hal berikut ini:
1. Kosakata,
2. Gaya Bahasa, dan
3. Tata bahasa.

Tambahan

1. Kata adalah gabungan huruf - huruf terkecil yang memiliki arti.
2. Sistematis artinya berurutan
3. Ilmiah; baku, ex: biografi, skripsi
4. Non ilmiah: bahasa gaul, ex: karya sastra seperti cerpen, novel
5. Frasa: kalimat yang belum memiliki arti, penggunaan istilah dan penggunaan paragraf.

Daftar Pustaka

http://www.prbahasaindonesia.com/2015/11/imbuhan-pengertian-jenis-dan-contoh.html
http://crescentowl.blogspot.co.id/2013/09/fungsi-bahasa-secara-umum-meliputi.html
http://rahmaekaputri.blogspot.co.id/2010/10/ragam-bahasa.html
http://www.prbahasaindonesia.com/2015/08/laras-bahasa-pengertian-jenis-dan-contoh-analisis-laras-bahasa-terbaik.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Materi II: Bahasa Indonesia"

Post a Comment