Sosiologi Ekonomi : Distribusi

Distribusi Sosiologi Ekonomi

A. Pengertian Distribusi

Distribusi dalam bahasa inggris “distribution” yang berarti penyaluran. Sedangkan kata dasarnya “to distribute”, berdasarkan kamus inggris Indonesia John M Echols dan Hassan Shadilly, bermakna membagikan, menyalurkan, menyebarkan, mendistribusikan, mengageni. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, distribusi dimaksudkan sebagai penyaluran (pembagian, pengiriman) kepada beberapa orang atau jasa kepada pihak lain.

Para ahli klasik menjelaskan distribusi sebagai alokasi nilai-nilai langka yang dikaitkan dengan pertukaran sosial. Nilai-nilai langka biasanya dihubungkan dengan tenaga kerja, kapital, tanah, teknologi, dan organisasi sehingga barang dan jasa juga menjadi bernilai langka.

Bagi sosiolog, proses yang dikatakan oleh ekonom tersebut terjadi dalam suatu jaringan hubungan sosial interpersonal. Jadi distribusi dapat dimengerti sebagai suatu perangkat hubungan sosial yang melaluinya orang mengalokasikan barang dan jasa yang dihasilkan. Distribusi juga menunjukkan suatu proses alokasi dari produksi barang dan jasa sampai ketangan konsumen atau proses konsumsi. Dengan demikian, distribusi merupakan proses yang mengantar produksi barang dan jasa dengan proses konsumsinya.

B. Pandangan Para Peneruka Sosiologi Tentang Distribusi

1. Karl Marx (1818-1883)
Dalam capital : A Critique of Political Ekonomy (1867/1967), Karl Marx menjelaskan 3 tipe sirkulasi komoditi yang dialami umat manusia sepanjang sejarah, yaitu:
a. Komoditi Sederhana “Tipe K-K” yaitu suatu komoditi ditukar langsung dengan komoditi lainnya atau disebut dengan istilah barter. Misalnya, seorang petani menukarkan sekarung beras dengan sekarung ikan kepada seorang nelayan. Dalam tipe ini, para aktor melakukan interaksi sosial dan mereka dapat saling mengontrol perilaku mereka.
b. Bentuk lanjut dari tipe yang pertama adalah “Tipe K-U-K” yaitu komoditi dikonvesikan kedalam uang, kemudian uang dikonversikan lagi kadalam komoditi. Misalnya, nelayan menjual hasil tangkapannya untuk mendapatkan uang, kemudian uang hasil penjualannya tersebut digunakan untuk membeli beras.
c. Tipe U-K-U yaitu uang digunakan untuk membeli komoditi kemudian komoditi dijual untuk memperolah uang. Biasanya tipe ini dilakukan dalam kegiatan bisnis.

2. George Simmel ( 1858 – 1918 )
Simmel hanya menyentuh salah satu aspek dari distribusi mengenai sosiologi tentang distribusi yaitu uang. The Philuosophy of money ( 1907/1978 ) yang merupakan karya monumental dan sebagai buku rujukan utama. Dalam bukunya tersebut, simmel mulai dengan diskusi tentang bentuk – bentuk umum dari uang dan nilai. Kemudian dia menjelaskan tentang dampak uang terhadap “inner world “ dari aktor dan terhadap budaya secara umum. Menurut Simmel, nilai dari sesuatu berasal dari kemampuan orang menempatkan diri mereka sendiri pada jarak yang tepat terhadap objek.
Dalam konteks nilai secara umum, Simmel membicarakan uang. Dalam realitas ekonomi, uang melayani baik untuk menciptakan jarak terhadap objek juga memberikan sarana untuk mendapatkan jalan keluarnya. Beberapa dampak perkembangan ekonomi uang terhadap individu dan masyarakat adalah munculnya sinsime dan kebosanan. Dari sisi lain, menurut simmel, itu berarti pula uang mereduksi semua nilai kemanusiaan kedalam istilah moneter (1907/1978:356).
Bagi Simmel. Uang selain mengandung instrumen impersonal juga mempunyai aspek pembebasan. Dengan putusnya hubungan – hubungan personal dalam lingkungan tradisional. Uang memberikan kepada setiap individu kebebasan memilih kerangka dan kerabat kerja dalam pertukaran ekonomi.

3. Max Weber ( 1864 – 1920 )
Dalam economy and society ([1922]1978:635), Weber melihat bahwa suatu pasar ada apabila di mana terdapat kompetisi, meskipun hanya unilateral, bagi kesempatan dari pertukaran di antara suatu keberagaman partai – partai yang potensial. Kumpulan orang secara fisik pada suatu tempat, seperti pada tempat brdagang local, pecan raya, atau pertukaran (pasar perdagangan ) hanya merupakan salah satu pembentuk pasar utama.
Menurut Weber, tindakan social di pasar bermula dari persaingan dan berakhir dengan pertukaran. Tahap pertama, rekanan yang potensial diarahkan pada tawaran mereka terutama oleh tindakan potensial dari kelompok besar yang tidak terbatas atau pesaing rekaan, dibandingkan oleh tindakan mereka sendiri. Tahap kedua merupakan tahap yang terstruktur secara berbeda. Pada tahap ini barter yang lengkap hanya terjadi dengan rekanan yang dekat. Pertukaran menunjukkan “pola dasar dari semua tindakan social rasional”.

C. Jenis Jenis Distribusi

1. Resiprositas
Resiprositas menunjuk pada gerakan di antara kelompok-kelompok simetris yang saling berhubungan. Ini terjadi apabila hubungan timbal-balik antara individu-individu dan antara kelompok-kelompok sering dilakukan. Hubungan bersifat simetris terjadi apabila hubungan antara berbagai pihak (antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok) memiliki posisi dan peranan yang relatif sama dalam suatu proses pertukaran.

Dari berbagai kepustakaan yang ada tentang resiprositas yang disimpulkan terdapat dua jenis resiprositas, yaitu resiprositas sebanding (balanced reciprocity) dan resiprositas umum (generalized reciprocity). Resiprositas sebanding merupakan kewajiban membayar atau membalas kembali kepada orang atau kelompok lain atas apa yang mereka berikan atau lakukan untuk kita secara setara, seringkali, langsung, dan terjadwal. Sedangkan resiprositas umum merupakan kewajiban memberi atau membantu orang atau kelompok lain tanpa mengharapkan pengembalian, pembayaran atau balasan yang setara dan langsung.

2. Redistribusi
Sahlin (1976) mendefinisikan redistribusi sebagai “pooling”, perpindahan barang dan jasa yang tersentralisasi, yang melibatkan proses pengumpulan kembali dari anggota-anggota suatu kelompok melalui pusat dan pembagian kembali kepada anggota-anggota kelompok tersebut. Individu melakukan kegiatan redistribusi karena dia menjadi anggota dalam suatu kelompok dan hidup didalamnya.
Misalnya, Pemerintah memungut pajak dari rakyat kemudian dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk subsidi, bantuan, pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan dan lain-lain.

3. Pertukaran (Exchange)
Pertukaran (exchange) merupakan distribusi yang dilakukan atau terjadi melalui pasar. Sedangkan konsep pasar berakar dari kata latim “mercatus”, yang bermakna sebagai berdagang atau tempat berdagang. Dengan demikian, terkandung tiga arti yang berbeda didalam makna tersebut : a). pasar dalam artian secara fisik; b). sebagai tempat pengumpulan; c). sebagai hak atau ketentuan yang legal tentang suatu pertemuan pada suatu tempat pasar.

Dalam kajian sosiologi, pasar dibedakan antara pasar sebagai tempat pasar dan pasar. Pasar sebagai tempat pasar merupakan bentuk fisik dimana barang dan jasa dibawa untuk dijual dan dimana pembeli bersedia untuk membeli barang dan jasa tersebut. Sedangkan pasar (market) dilihat oleh sosiologi sebagai suatu institusi sosial, yaitu suatu struktur sosial yang memberikan tatanan siap pakai bagi pemecahan persoalan kebutuhan dasar kemanusiaan, khususnya kebutuhan dasar ekonomi dalam distribusi barang dan jasa. Oleh sebab itu pasar biasa dipandang sebagai serangkaian hubugan social yang terorganisasi di seputar proses jual beli sesuatu yang berharga.

D. Jenis-Jenis Proses Ekonomi Distribusi

1. Proses Ekonomi Distribusi Pada Umumnya :
Produksi => Distribusi => Konsumsi
2. Proses Ekonomi Distribusi dalam Bentuk Redistribusi
Produksi => Redistribusi => Konsumsi
3. Proses Ekonomi Distribusi dalam Bentuk Resiprositas
Produksi => Resiprositas => Konsumsi
4. Proses Ekonomi Distribusi dalam Bentuk Pertukaran
Produksi   
  =>    Distribusi  

=> Konsumsi
=> Keuntungan



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sosiologi Ekonomi : Distribusi"

Post a Comment