Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni dan Profesi

Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno “management”, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen sering diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan upaya organisasi dengan aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen juga diartikan sebagai suatu kolektivitas manusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapi suatu tujuan bersama.

Arti Manajemen sebagai Ilmu, Seni dan Profesi

Banyak perbedaan pandangan terhadap status manajemen. Ada sekelompok orang yang memandang hanya sebagai seni. Bukan sesuatu yang dibuat melainkan dilahirkan, sehingga manajemen sebagai seni merupakan bakat seseorang sejak dilahirkan. Dilain pihak, ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa manajemen sebagai ilmu, sehingga seseorang dapat menjadi manajer/pemimpin yang baik setelah memperoleh pendidikan manajemen.

1. Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen mempunyai peranan penting dalam kehidupan, karena manajemen salah satu untuk membentuk seseorang menjadi lebih baik, dan manajemen juga untuk memberikan pengawasan, pengetahuan, serta pengorganisasian, baik untuk atasan, bawahan didalam organisasi, maupun untuk pribadinya masing - masing dalam kehidupan sehari – hari.
Manajemen juga di artikan sebagai ilmu karena manajemen sangat dibutuhkan untuk bekal kita ketika kita menjadi seorang pemimpin kelak. baik pemimpin perusahaan, oraganisasi dan sebagainya. jadi manajemen sebagai ilmu adalah manajemen sebagai pengetahuan atau cara untuk membekali diri kita menjadi seorang pemimpin.

Di samping alasan di atas, manajemen termasuk sebagai ilmu karena memenuhi syarat-syarat sebagai ilmu yaitu:
a. Tersusun secara Sistematis dan Teratur
Tersusun secara sistematis dan teratur, manajemen memiliki serangkaian tahap kegiatan fungsi secara berkaitan mulai dari menentukan sasaran sampai berakhirnya sasaran atau tercapainya tujuan. Dalam hal ini, beberapa pakar mengklasifikasikan dengan berlainan pendapat, namun pada hakikatnya meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

b. Objektif Rasional sehinga dapat Dipelajari
Mengenai objek manajemen, yaitu: apa yang menjadi sasaran atau kajian penyelidikan manajemen. Sebagai objek adalah “manusia” itu sendiri. Tetapi bukan manusia pada umumnya melainkan manusia dalam usaha kerja sama. Sebagai usaha kerja sama itu tidak bisa dengan dirinya sendiri akan tetapi melalui orang lain. Jadi objek manajemen adalah manusia dalam hal ini cara memanfaatkan orang-orang untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan di sini adalah tujuan yang hendak dicapainya sesuai dengan bidang kegiatannya, sepertinya: bidang keuangan, bidang pema-saran, bidang perkantoran, bidang akuntansi dan semacamnya.

c. Menggunakan Metode Ilmiah
Seperti halnya dengan bidang lain yang menggunakan metode deduksi dan induksi. Melakukan metode deduksi yaitu metode yang bersifat rasional bersumber dari rasio atau akal pikiran. Melakukan penyelidikan dengan bertitik tolak pada pengetahuan umum untuk sampai kepada pengetahuan khusus yang baru. Pengetahuan umum ini bisa berupa konsep atau teori mengenai sesuatu. Di dalam manjemen sesungguhnya perencanaan, motivasi adalah suatu teori umum, sedangkan pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan merupakan teori khusus. Dari teori umum (perencanaan dan motivasi) inilah manajemen bertitik tolak melaksanakan kegiatan secara sistematis, efektif dan efisien menurut teori-teori khusus sebagai pedoman. Cara menggunakan orang sesungguhnya bertumpu pada perencanaan dan teori-teori motivasi dan sebagainya. Sedangkan metode induktif yaitu bersifat empirik, bersumber dari pengalaman konkrit. Melakukan penyelidikan dengan bertitik tolak dari pengetahuan khusus untuk sampai pada pengetahuan umum. Di dalam manajemen sesungguhnya pengalaman praktis dalam pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan lain-lain sebenarnya merupakan in-puit dalam membuat perencanaan yang bersifat umum.

d. Mempunyai prinsip-prinsip tertentu
Pendapat Fayol yang mengemukakan 14 prinsip organisasi yang sekarang ini telah menjadi prinsip manajemen merupakan sumbangan yang cukup besar melahirkan mana-jemen sebagai suatu ilmu pengetahuan.

e. Dapat Dijadikan suatu Teori
Di sini teori manajemen tidak diragukan lagi karena sudah dipelajari dan dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan dengan manajemen merupakan salah satu mata pelajaran yang dicantumkan dalam kurikulum bahkan terdapat jurusan yang disebut dengan jurusan “manajemen”.

2. Manajemen sebagai Seni
Menurut Mary Parker Follet (stoner, 1986) manajemen sebagai seni untuk melakasanakan pekerjaan malalui orang-orang (The art of getting things done through people). Manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan di perlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar bekerja sama. Pada hakikatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) dan untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, manajemen di pandang sebagai seni oleh Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen mencakup keduanya, baik sebagai ilmu maupun sebagai seni. Berarti juga, supaya seseorang dapat menjadi manajer atau pemimpin yang baik, di samping harus memiliki pengetahuan tentang ilmu manajemen, juga harus memiliki seni manajemen.

3. Manajemen sebagai Profesi
Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa manajemen selain merupakan suatu seni, juga sekaligus merupakan suatu ilmu, tetapi apakah ia juga merupakan suatu profesi?

Edgar H schein dalam bukunya yang berjudul “organization socialization and the profession of management” menguraikan karakteristik atau kiteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :
a. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan. Hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya akademi pendidikan profesi manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
b. Para Professional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama, dan kriteria-kriteria lainnya.
c. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

Jadi profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut persyaratan tertentu. Jadi, berikut adalah alasan manajemen mempunyai sifat profesi:

Pertama, sudah dijelaskan bahwa manajemen adalah suatu ilmu yang sudah tidak diragukan lagi karena sudah dipelajari, dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh pengetahuan khusus yang dibutuhkan dan kecakapan untuk mempergunakan kemampuan manajer yang kompeten.

Kedua, pengetahuan khusus dan kecakapan yang dibutuhkan, manajemen dipakai untuk “memerintah, membimbing dan menasehati lainnya” meskipun dapat dilakukan oleh kebanyakan manjer dan para ahli teori manajemen tidak dapat diterapkan secara utuh pada semua situasi, pedoman-pedoman tertentu memiliki tingkat reabilitas yang cukup tinggi. Misalnya pedoman sederhana mengenai tingkah laku yang berbunyi “pujilah didepan umum dan keritiklah secara pribadi”, umumnya sangat berhasil, walaupun kadang-kadang tidak demikian halnya.

Ketiga, manajemen berarti memajukan tiap pekerjaan sedemikian sehingga ia berhasil mencapai kedudukan tertinggi untuk kecakapannya bukan karena favoritisme atau faktor lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan jabatan yang dipangkunya.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni dan Profesi"

  1. wah satu paragraf terlalu banyak barisnya, jadi agak pusing klu baca lewat hape.. :)

    salam kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf gan, publishnya lewat pc soalnya
      Dipaksaain aja ya, nanti juga kebiasaan :v
      Ia, salam kenal

      Delete