Pendekatan Sosiologi Tentang Ekonomi

Pendekatan Sosiologi Tentang Ekonomi - Untuk memahami ilmu ekonomi itu harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Lalu, apa itu pengertian pendekatan? Pendekatan adalah cara pandang dalam melihat sesuatu dengan landasan berpikir atau asumsi tertentu. Dengan demikian pendekatan ini digunakan untuk membandingkan antara pendekatan ekonomi dan sosiologi.

Pendekatan Sosiologi Tentang Ekonomi

A. Perbandingan Antara Pendekatan Ekonomi Dan Sosiologi
1. Konsep Aktor
Maksud aktor dalam suatu interaksi adalah individu yang terlibat dalam suatu interaksi dengan individu atau beberapa (sekelompok) individu lainnya, pada tataran ini individu dilihat sebagai aktor yang kreatif dalam menciptakan, mempertahankan dan merubah dunianya pada saat interaksi berlangsung. Sosiologi mengarahkan perhatian individu pada actor sebagai kesatuan yang dikonsruksi secara social, yaitu”aktor dalam suatu interaksi” atau”aktor dalam masyarakat”. Aktor dalam suatu interaksi adalah individu yang terlibat dalam suatu interaksi dengan individu atau beberapa individu lainnya. Sedangkan aktor dalam masyarakat adalah individu yang identitas dirinya tidak tampil tetapi tersembunyi dalam suatu kesatuan yang dinamakan masyarakat.
Masyarakat adalah merupakan satu kesatuan yang utuh atau sebagai suatu entitas sendiri, dikenal sebagai suatu fenomena sui generis, berbeda dari individu-individu yang membentuknya.
2. Konsep Tindakan Ekonomi
Menurut weber, Tindakan ekonomi dapat berupa rasional, tradisional, dan spekulatif-irrasional.
Tindakan ekonomi secara rasional yaitu seorang pelaku ekonomi yang bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan kondisi atau keadaan yang terjadi pada saat itu. Contohnya : Seseorang yang tamatan SMA melamar pekerjaan sebagai satpam disebuah perusahaan.
Spekulatif-irrasional yaitu melakukan sesuatu diluar dari kewajaran atau tidak masuk akal. (Spekulatif : Mencoba-coba). Contohnya, seseorang dengan tamatan SMP melamar pekerjaan sebagai manajer di sebuah perusahaan.
Tindakan ekonomi secara tradisional bersumber dari tradisi atau konveksi misalnya seseorang pertukaran hadiah antara sesama komunitas dalam suatu perayaan.
3. Hambatan Pada tindakan Ekonomi
Hambatan ekonomi dibatasi oleh selera dan kelangkaan sumber daya. Secara umum, tindakan ekonomi bisa berlangsung dengan melibatkan kerjasama, intinya adanya interaksi antara 2 orang atau lebih. Contoh hambatan yaitu hilangnya kepercayaan seorang bisnis dari suatu pihak terhadap rekan bisnisnya.
4. Hubungan Ekonomi dan Masyarakat
Ekonomi dan masyarakat itu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Masyarakat mempengaruhi ekonomi dan ekonomi mempengaruhi masyarakat.
5. Tujuan Analisis
Dalam analisis ekonomi lebih cenderung melakukan ramalan tentang masa depan dengan membentangkan kemungkinan kecenderung yang akan terjadi serta menjelaskan hubungan atau pengaruh antar variable. Sedangkan sosiologi lebih menekankan pada kedalaman suatu fenomena dan kualitas, apa yang ada dibalik kenyataan, melihat tembus terhadap realitas yang ada dan sangat jarang melakukan prediksi.
6. Penerapan Metode
karena ekonomi terlalu menekankan prediksi, maka metode yang cocok dengan itu adalah metode yang ditujukan dengan penerapan hipotesa dan menggunakan model-model dalam bentuk penerapan. Sedangkan para sosiolog lebih cenderung mencari data sendiri di lapangan.

B. Teori Sosiologi Sebagai Pendekatan
Teori terbagi menjadi 2, yaitu Teori Makro yang membahas tentang Teori Struktural Fungsional dan Teori Struktural Konflik dan Teori Mikro yang membahas tentang Teori Interaksionisme Simbolis dan Teori Pertukaran.

1. Teori Struktural Fungsional
Herber Gans (1972) menemukan 15 fungsi kemiskinan bagi masyarakat Amerika, yaitu:
a. Menyediakan tenaga untuk pekerjaan kotor bagi masyarakat
b. Memunculkan dana-dana sosial (funds)
c. Membuka lapangan kerja baru karena dikehendaki oleh orang miskin
d. Memanfaatkan barang bekas yang tidak digunakan oleh orang kaya
e. Menguatkan norma-norma sosial utama dalam masyarakat
f. Menimbulkan altruisme terutama terhadap orang-orang miskin yang sangat membutuhkan santunan
g. Orang kaya dapat merasakan kesusahan hidup orang miskin tanpa perlu mengalaminya sendiri tanpa membayangkan kehidupan si miskin
h. Orang miskin memberikan standar penilaian kemajuan bagi kelas lain
i. Membantu kelompok lain yang sedang berusaha sebagai anak tangganya
j. Kemiskinan menyediakan alasan bagi munculnya kalangan orang kaya yang membantu orang miskin dengan berbagai badan amal
k. Menyediakan tenaga fisik bagi pembangunan monumen-monumen kebudayaan
l. Budaya orang miskin sering diterima pula oleh strata sosial yang berada di atas mereka
m. Orang miskin berjasa sebagai “kelompok gelisah” atau menjadi musuh bagi kelompok politik tertentu
n. Pokok isu mengenai perubahan dan pertumbuhan dalam masyarakat selalu diletakkan di atas masalah bagaimana membantu orang miskin
o. Kemiskinan menyebabkan sistem politik menjadi lebih sentris dan lebih stabil.

Fungsi korupsi di Indonesia yaitu Katub penyelamat bagi orang yang mempunyai pendapatan rendah, Sarana bagi-bagi (redistribusi) Pendapatan, dan Cara singkat menjadi kaya.
Asumsi Teori Struktural Fungsional
Menurut Pendapat Ralp Dahrendorf tentang asumsi dasar yang dimiliki oleh teori struktural fungsional :
1. Setiap Masyarakat Terdiri Dari Berbagai Elemen yang Terstruktur Secara Relatif Mantap dan Stabil
Setiap kegiatan seseorang dari pagi hingga paginya lagi dilakukan secara rutin setiap hari. Orang lain juga melakukan hal yang sama tentunya dengan beragam variasi yang ada. Hal tersebut dilakukan secara mantap dan stabil.
2. Elemen-elemen Terstruktur Tersebut Terintegrasi dengan Baik.
Elemen-elemen yang membentuk struktur memiliki kaitan dan jalinan yang bersifat saling mendukung dan saling ketergantungan antara satu dengan lainnya.
3. Setiap Elemen dalam Struktur Memiliki Fungsi, yaitu Memberikan Sumbangan pada Bertahannya Struktur itu sebagai Suatu Sistem
Contohnya, Dosen adalah salah satu dari elemen dari struktur. Dosen memiliki fungsi sebagai pengawas dan pengajar, memberikan ilmu kepada pelajar (Mahasiswa).
4. Setiap struktur yang Fungsional Dilandaskan pada Suatu Konsensus Nilai di Antara Anggotanya.
Adanya kesepakatan tugas masing-masing dalam elemen. Contohnya, Dalam lingkungan keluarga, setiap anggotanya memiliki fungsi atau tugas masing-masing. Ayah bertugas menafkahi, ibu bertugas mendidik anak, menyediakan semua kebutuhan dan menjadi bendahara keluarga. Anak bertugas melaksanakan kewajiban sebagai seorang anak. Tugas dan fungsi tersebut berjalan dengan sendirinya secara alami.

2. Teori Struktural Konflik
Teori structural konflik menjelaskan bagaimana struktur memiliki konflik dan memiliki berbagai elemen yang berbeda. Elemen-elemen yang berbeda tersebut memiliki motif, maksud, kepentingan, atau tujuan yang berbeda-beda pula. Perbedaan tersebut memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi, konflik, dan perpecahan.
Asumsi Teori Struktural Konflik
Beberapa pendapat Ralp Dahrendorf (1986:197-198) tentang asumsi dasar yang dimiliki oleh teori structural konflik.
1. Setiap masyarakat, dalam setiap hal, tunduk pada proses perubahan.
Teori ini melihat masyarakat pada proses perubahan yang terjadi karena elemen-elemen yang berbeda sebagai pembentuk masyarakat (struktur sosial) yang mempunyai perbedaan pula dalam motif, maksud, kepentingan, atau tujuan. Perbedaan tersebut menyababkan setiap elemen berusaha untuk mengusung motif atau tujuan yang dipunyai menjadi motif , atau tujuan dari struktur. Apabila sudah menjadi bagian dari struktur maka elemen tersebut cenderung mempertahankan disatu sisi. Sedangkan elemen yang lain berusaha untuk mendapatkannya juga.
2. Setiap Masyarakat, dalam setiap hal, memperlihatkan pertikaian dan konflik.
Setiap struktur social terdiri dari beberapa elemen yang memiliki motif, maksud, kepentingan, atau tujuan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan itu sumber terjadinya pertikain dan konflik diantara berbagai elemen dalam struktur sosial. Menurut teoritisi konflik itu semua adalah realitas kehidupan social. Contohnya, dalam lingkungan keluarga dimana anak terlalu manja membuat kedua orang tua saling menyalahkan karena salah mendidik sang anak.
3. Setiap elemen dalam suatu masyarakat menyumbang disintegrasi dan perubahan.
Perbedaan motif, maksud, kepentingan, atau tujuan dari berbagai elemen merupakan sumber pertikaian dan konflik. Selanjutnya pertikaian dan konflik menyebabkan disintegrasi dan perubahan dalam struktur sosial.
Disintegrasi : merupakan keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan.
4. Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan dari beberapa anggotanya atas orang lain.
Misalnya, didalam suatu wilayah terdapat peraturan yang dibuat oleh masyarakat yang memiliki kewenangan (pemimpin/pemerintah) yang wajib untuk dilaksanakan untuk menciptakan keteratuaran, maka semua itu harus dilaksanakan oleh anggota masyarakat yang lain walaupun ada sebagian yang terpaksa melakukannya.

3. Teori Interaksionisme Simbolis
Teori ini memahami realitas sebagai suatu interaksi yang dipenuhi berbagai symbol.
Asumsi Teori Interaksionisme Simbolis
Menurut Turner (1978:327-330) ada empat asumsi dari teori interaksionisme simbolis, yaitu :
a. Manusia adalah makhluk yang mampu menciptakan dan menggunakan symbol.
Misalnya, ada anak-anak yang sedang bermain di kursi tetapi mereka menganggap bahwa kursi itu sebagai sebuah kendaraan yang sedang mereka kendarai bahkan meraka juga menggunakan mulutnya untuk mengeluarkan bunyi sebuah kendaraan, kursi dan mulut mereka dinamakan symbol.
b. Manusia Menggunakan Simbol untuk Saling Berkomunkasi
Manusia menciptakan symbol melalui pemberian nilai atau pemaknaan terhadap sesuatu (baik berupa bunyi, kata, gerak tubuh, benda, atau hal yang lainya) yang bias dijadikan komunikasi. Komunikasi bisa berjalan dengan lancer apabila objek komunikasi mengerti dengan symbol yang digunakan. Misalnya, Seseorang melambaikan tangan dengan temannya berarti itu menandakan “hai” (salam), dan objek akan langsung paham dan merespon balik.
c. Manusia Berkomunikasi Melalui pengmbilan Peran (Role Taking).
Misalnya, Anak yang sedang menggunakan kostum dokter-dokteran maka, ia menganggap bahwa dirinya adalah seorang dokter.
d. Masyarakat terbentuk, bertahan, dan berubah berdasarkan kemampuan manusia untuk berfikir , mendefinisikan, melakukan refleksi diri dan untuk melakukan evaluasi.

4. Teori Pertukaran
Teori ini melihat dunia sebagai arena pertukaran, tempat orang-orang saling bertukar ganjaran/hadiah. Apapun bentuk perilaku social tidak lepas dari soal pertukaran.
Asumsi Teori Pertukaran
a. Manusia adalah makhluk yang rasional, dia memperhitungkan untung dan rugi.
Dalam suatu interaksi social seorang akan mempertimbangkan keuntungan yang besar dari pada biaya yang dikeluarkannya. Oleh karena itu semakin tinggi ganjaran (reward) yang didapatkan maka semakin sering perilaku itu akan diulang. Sebaliknya apbila semakin besar hukuman atau tinggi biaya yang didapatkan maka kemungkinan semakin kecil perilaku yang sama akan diulang.
b. Perilaku pertukaran social terjadi apabila: (1) perilaku tersebut harus berorientasi pada tujuan-tujuan yang hanya dapat dicapai melelui interaksi dengan orang lain dan (2) perilaku harus bertujuan untuk memperoleh srana bagi pencapaian tujuan-tujuan tersebut.
c. Transaksi-transaksi pertukaran terjadi hanya apabila pihak yang terlibat memperoleh keuntungan dari pertukaran itu.
Pertukaran social akan terjadi apabila kedua belah pihak mendapatkan keuntungan, bukan hanya salah satunya saja.

Demikian materi sosiologi ekonomi pada hari ini mengenai Pendekatan Sosiologi Tentang Ekonomi dan jika ada kritikan, pertanyaan atau hal-hal yang kurang dimengerti, silahkan disampaikan dikolom komentar.

Refrensi : Mala Only : Fakultas Syariah dan Hukum

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendekatan Sosiologi Tentang Ekonomi"

Post a Comment